Menteri Agama Suryadharma Ali menganggap reshuffle kabinet adalah sesuatu yang biasa. Reshuffle kabinet adalah suatu keniscayaan yang harus dihadapi oleh seorang menteri.



"Berani menjadi menteri berarti harus berani juga untuk direshuffle. Kalau tidak mau direshuffle, jangan jadi menteri," kata Suryadharma kepada wartawan di Kantor Wakil Presiden, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (27/9/2011).

"Jadi ini sesuatu yang biasa-biasa saja. Sebetulnya saya kurang tertarik untuk merespon, karena itu suatu yang biasa. Seperti Anda, berani untuk masuk ke dalam suatu lembaga, berani untuk dikeluarkan dari lembaga itu," imbuh Ketua Umum PPP tersebut.

Berbeda dibanding ketua umum partai politik lainnya, Suryadhama mengatakan, ia memang sudah diajak bicara oleh Presiden SBY mengenai reshuffle kabinet. Namun, ia masih merahasiakan isi pembicaraan yang dilakukan di Jambi tersebut.

"Waktu itu sifatnya umum saja. Tetapi saya juga tidak bisa menyampaikan, biar yang menyampaikan juru bicara presiden," katanya.

Menurut Suryadharma, semua penuh kemungkinan. Ia sendiri bisa saja direshuffle oleh Presiden SBY. Namun, Suryadharma mengaku belum menyiapkan kader PPP yang mengganti kedudukannya di dalam kabinet.

"Nanti dulu, jangan berspekulasi dulu. Prinsipnya presiden bisa mereshuffle siapa saja dari partai mana saja dan kapan saja. Tanpa desakan sana sini dan tanpa yang lain-lain. Pokoknya itu berdasarkan kebutuhan presiden," tutupnya.

(irw/lia)

Komentar

Postingan populer dari blog ini