Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2011
Menteri Agama Suryadharma Ali menganggap reshuffle kabinet adalah sesuatu yang biasa. Reshuffle kabinet adalah suatu keniscayaan yang harus dihadapi oleh seorang menteri. "Berani menjadi menteri berarti harus berani juga untuk direshuffle. Kalau tidak mau direshuffle, jangan jadi menteri," kata Suryadharma kepada wartawan di Kantor Wakil Presiden, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (27/9/2011). "Jadi ini sesuatu yang biasa-biasa saja. Sebetulnya saya kurang tertarik untuk merespon, karena itu suatu yang biasa. Seperti Anda, berani untuk masuk ke dalam suatu lembaga, berani untuk dikeluarkan dari lembaga itu," imbuh Ketua Umum PPP tersebut. Berbeda dibanding ketua umum partai politik lainnya, Suryadhama mengatakan, ia memang sudah diajak bicara oleh Presiden SBY mengenai reshuffle kabinet. Namun, ia masih merahasiakan isi pembicaraan yang dilakukan di Jambi tersebut. "Waktu itu sifatnya umum saja. Tetapi saya juga tidak bisa menyampaikan, biar yang ...
Abas, cek betana oreng rowa manjeng e gendhung e adha'na stasiun kareta, bada pananggalan La epampang pananggalan anyar se kakabbi nyama arena gi' daddi tanda tanya ban kakabbi tanggale gi' nol otaba titik bai. "Sengko' molai tahu, bila kodhu e molai ban bila kodhu e akhere." ca'na oreng rowa. Tahun ban bulan la abid tak pernah e kaenga' bi' oreng rowa. (puisi ini diterjemahkan dari Puisi Hasan Aspahani yang berjudul Dia Yang Betah Menatap Kalender Baru)